<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Inlac's quarter</title>
	<atom:link href="http://inlac.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://inlac.wordpress.com</link>
	<description>Bring the best For Indonesian Future</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2008 10:02:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='inlac.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Inlac's quarter</title>
		<link>http://inlac.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://inlac.wordpress.com/osd.xml" title="Inlac&#039;s quarter" />
	<atom:link rel='hub' href='http://inlac.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Para orang hebat inipun pernah muda (part 2)</title>
		<link>http://inlac.wordpress.com/2008/11/19/para-orang-hebat-inipun-pernah-muda-part-2/</link>
		<comments>http://inlac.wordpress.com/2008/11/19/para-orang-hebat-inipun-pernah-muda-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 10:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inlac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inlac.wordpress.com/2008/11/19/para-orang-hebat-inipun-pernah-muda-part-2/</guid>
		<description><![CDATA[Anak Bodoh yang Menjadi Jutawan oleh : Alvin Hikmawan, S.Psi Thomas Alva Edison terlahir sebagai anak terakhir dari tujuh bersaudara pada tanggal 11 Februari 1847, di kota pelabuhan Milan, Ohio dari keluarga besar Samuel Edison. Edison kecil mengalami kesukaran dalam berbicara (bahkan tidak bisa ngomong) hingga dia berusia empat tahun. Begitu dia bisa berbicara, Edison [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=56&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="center"><b>Anak Bodoh yang Menjadi<br />
Jutawan</b></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif"><b>oleh : Alvin Hikmawan, S.Psi</b><br /></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif"><img style="max-width:800px;" src="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Young_Thomas_Edison.jpg" />Thomas Alva Edison terlahir sebagai<br />
anak terakhir dari tujuh bersaudara pada tanggal 11 Februari 1847, di<br />
kota pelabuhan Milan, Ohio dari keluarga besar Samuel Edison. Edison<br />
kecil mengalami kesukaran dalam berbicara (bahkan tidak bisa ngomong)<br />
hingga dia berusia empat tahun. Begitu dia bisa berbicara, Edison<br />
gemar sekali menanyakan kepada orang-orang di sekitarnya, mengenai<br />
apa yang mereka lakukan, dan ketika jawaban yang hadir adalah “ngga<br />
tahu, Tom” edison akan bertanya “knapa kok nggak tau?”.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Kebiasaan ini membuat Edison kecil<br />
bermasalah di sekolahnya, saat itu dia berusia 7 tahun dan dalam<br />
sebuah kelas bersama 38 anak lainnya (yang rata-rata usianya 11<br />
tahun), gurunya kehilangan kesabaran dengan pertanyaan-pertanyaan<br />
keras kepala dari anak yang cenderung hiperaktif ini selama 4 bulan<br />
dia masuk kelas. Sang guru akhirnya mengikuti pandangan umum kala itu<br />
bahwa anak hiperaktif adalah anak yang otaknya kurang benar. Yah<br />
kalau bahasa psikologi modernnya ialah ADHD (attention deficit<br />
hyperactivity disorder – Gangguan Hiperaktifitas dan Defisiensi<br />
dalam Memperhatikan). Bahkan sang guru juga tak segan-segan<br />
memberikan julukan “Addled” yang jika di Indonesia bisa berarti<br />
“kosong” atau “pandir”.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Ibunya Thomas Alva Edison, meyakini<br />
bahwa Tom (panggilan akrab Thomas Alva Edison) tidak seperti yang<br />
digambarkan oleh gurunya – nalurinya sebagai ibu membantunya<br />
melihat bahaya yang bisa di timbulkan oleh pandangan sang guru<br />
tersebut terhadap kepercayaan diri Tom yang masih rapuh seperti sayap<br />
kupu-kupu (Tom memang cenderung Introvert dan pemalu). Akhirnya<br />
Ibunya memutuskan agar Tom keluar dari sekolah (yang segera disambut<br />
gembira oleh sang guru) dan mulai proses belajar yang ditangani<br />
langsung oleh beliau, proses ini secara perlahan mampu mengembangkan<br />
Tom menjadi pribadi yang luar biasa. Selama masa home-schooling ini<br />
edison diajari oleh ibunya mengenai pengetahuan filosofi dan agama.<br />
Sedangkan oleh ayahnya, Tom di tantang untuk mempelajari buku-buku<br />
klasik dan memperoleh uang saku sebesar 10 sen untuk tiap buku yang<br />
ditamatkannya (waktu itu sepuluh sen mungkin bernilai Rp. 10.000 uang<br />
sekarang)</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Dalam waktu singkat, Tom mulai tertarik<br />
pada sejarah dunia dan sastra inggris dan memutuskan untuk menjadi<br />
seorang aktor, namun suaranya yang cempreng dan sifat pemalu yang<br />
dimilikinya, akhirnya mau tak mau memakasa Tom berhenti memikirkan<br />
karir ini. Namun sepanjang hidupnya Tom gemar sekali membaca dan<br />
mendeklamasikan puisi. Pada usianya yang ke-11, orangtuanya mulai<br />
mengajarkannya bagaimana cara belajar langsung dari index buku-buku<br />
diperpustakaan, yang selanjutnya membuatnya lebih menyukai belajar<br />
secara mandiri, kebiasaan ini tetap terbawa selama rentang hidupnya.<br />
(kalau sekarang mungkin metode yang dipakai oleh Tom ini bisa<br />
disamakan dengan menggunakan search engine macam google atau<br />
yahoo&#8230;)</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Selama setahun tersebut, Orangtuanya<br />
juga memandunya agar belajar secara lebih selektif atas apa yang dia<br />
baca. Hingga dia bisa menghabiskan : Kebangkitan dan Keruntuhan<br />
Kekaisaran Romawi, Sejarah Dunia, Kamus Sains dan berbagai macam<br />
Percobaan-percobaan kimia praktis. Seiring dengan makin berbobotnya<br />
buku bacaan yang dilahapnya, Orangtua Tom merasa mulai kewalahan<br />
untuk menjawab pertanyaan bocah 12 tahun ini mengenai masalah Sains,<br />
terutama  yang menyangkut tentang teknis-teknis mendalam sehingga<br />
mereka harus menyisihkan uang belanja keluarga untuk menyewa seorang<br />
Guru Les yang handal khusus untuk membimbing Tom. Saat Tom mengetahui<br />
bahwa uang Les yang dipakainya mengurangi uang belanja keluarganya,<br />
rupanya membawa pengaruh buruk pada Tom, karena dia memandang bahwa<br />
Teori Sains di tulis dalam bahasa yang terlalu tinggi dan muluk,<br />
sehingga dia membenci penggunaan tata bahasa bahasa yang “terlalu<br />
tinggi” dan logika matematika yang rumit dan kurang mudah dipahami.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Dalam bulan-bulan selanjutnya, Tom<br />
mencoba untuk menjadi “dewasa” dengan berjualan di stasiun kereta<br />
api, dia berjualan apapun seperti permen, kue, koran dan setelah<br />
beberapa minggu Tom membuka bisnis tersendiri berjualan buah dan<br />
sayur di Kereta Api. Semuanya ini dimulai sejak dia berusia 12 Tahun.<br />
Dua tahun kemudian, Amerika Serikat sedang mengalami debat presiden<br />
Pra-perang sipil Antara Lincoln dan Douglas, Tom yang saat itu sudah<br />
14 tahun (Usia awal kerja untuk masa itu) memanfaatkan aksesnya ke<br />
kantor telegram kereta api, untuk mendengarkan berita terbaru<br />
mengenai Debat Presiden tersebut dan menjual beritanya di koran kecil<br />
terbitan Tom sendiri “Weekly Herald”. Surat kabar ini saat puncak<br />
kejayaannya bisa mengisi kantong Tom sekitar $ 10 perhari. Yang<br />
membuatnya bisa membangun laboratorium di basement rumahnya.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Ibu Tom</font><font color="#000000" face="sans-serif"> rupanya<br />
sedikit khawatir dengan Laboratorium miliknya, akhirnya Tom<br />
memindahkan Laboratoriumnya ke sebuah kereta (dia menyewa gerbong<br />
itu). Namun sebuah kecelakaan terjadi, ketika secara tidak sengaja<br />
guncangan gerbong, membuat bahan kimia dalam Laboratorium Thomas<br />
bereaksi dan membakar habis gerbongnya. Sang kondektur yang kalut<br />
m</font><font face="sans-serif">enghajar Tom, yang membuat telinga kirinya menjadi<br />
benar-benar tuli sedangkan telinga kanannya hanya dapat mendengar<br />
sebanyak 20% saja. Dan yang lebih parah, kepala stasiun melarangnya<br />
untuk berjualan lagi di stasiun. Meskipun Tom tidak bisa lagi<br />
mendengarkan kicau burung, namun Tom masih senang untuk mengamati<br />
makhluk lucu ini, dan seringkali menghabiskan waktunya di gerbong<br />
pengangkut burung (saat itu, kereta api merupakan alat transportasi<br />
paling modern di dunia, jadi semua hal diangkut dengan kereta).<br />
Nasibnya berubah ketika anak bungsu kepala stasiun sedang berjalan di<br />
depan sebuah kereta yang sedang melaju, Tom yang kebetulan ada di<br />
gerbong burung melihat anak kecil itu, dan segera melompat<br />
menyelamatkannya. Tindakan berani ini membuat Tom dipekerjakan di<br />
kantor telegram di stasiun tersebut (mirip sama plot ceritanya<br />
Benyamin S. nih T_T). Setelah Setahun di Kantor Telegram itu, Tom<br />
memutuskan untuk pindah ke kota besar,  pada usia 16 Tahun Tom<br />
menyelesaikan penemuan pertamanya, yang dikembangkan dari percobaan<br />
di waktu senggangnya, disebut “automatic repeater” sebuah mesin<br />
yang bisa menyambungkan telegram dari satu kantor telegram ke kantor<br />
lainnya meski tanpa ada operator disana. Entah mengapa mesin ini<br />
tidak pernah dipatenkan olehnya.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Pada usia 21 tahun, kehidupan keluarga<br />
Tom mulai guncang, ibunya menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan<br />
kejiwaan dan ayahnya berhenti dari pekerjaannya, serta rumahnya akan<br />
dilelang oleh Bank setempat, Tom yang sudah mulai dewasa mulai<br />
berpikir untuk menghasilkan uang secara serius dan dia  mengikuti<br />
saran rekannya untuk masuk ke kantor telegram ternama saat itu<br />
“Western Union Company” di Boston. Sebuah kota yang menjadi pusat<br />
teknologi pada masanya.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Dikantor inilah Tom membuat penemuan<br />
pertamanya (yang dikerjakannya selama waktu senggang juga) yaitu<br />
“<i>mesin pencatat pungutan suara elektronis” </i><span style="font-style:normal;">(kurang<br />
lebih fungsinya hampir sama dengan mesin penjawab pada kuis Siapa<br />
Berani-nya Helmi Yahya)</span><i>. </i><span style="font-style:normal;">Namun<br />
sayangnya, penemuan itu rupanya memberikan “dampak buruk” pada<br />
politisi – pada saat itu banyak politisi yang memanfaatkan metode<br />
kuno yaitu maju bergantian utnuk memberikan suara, yang butuh waktu<br />
cukup lama, dimana jeda waktu tersebut dimanfaatkan untuk<br />
mempengaruhi lawan-lawan politiknya, curang yah..!? </span></font>
</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Meskipun kecewa, Tom memahami bahwa<br />
mesinnya ditolak karena terlampau maju untuk jaman itu, sehingga<br />
pasar tidak tahu penemuan ini mau diapakan. Sejak itulah dia<br />
menggunakan prinsip utamanya “Jangan menghabiskan waktu untuk<br />
menciptakan sesuatu yang tidak bakal dibeli orang” – prinsip ini<br />
sekarang dipakai juga oleh Donald Trump “Jangan mau kerja jika<br />
tidak menguntungkan”</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Selanjutnya Tom mulai melakukan<br />
penelitian mengenai pengiriman banyak sinyal melalui kabel telegram,<br />
berdasarkan perkuliahan Boston Tech (sekarang adalah MIT) yang bisa<br />
menghasilkan suara manusia tiruan dari sebuah corong bahkan beberapa<br />
gambar yang kabur (internet pertama sepertinya ^_^) dari sebuah mesin<br />
yang dinamakan “<i>harmonic telegraph</i>”.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">Namun Edison gagal mengembangkan<br />
telepon bahkan dia diancam dikeluarkan dari western union dengan<br />
alasan kerja nggak niat (apalagi becus hehehe). Ditambah lagi<br />
percobaan-percobaannya menghabiskan banyak tabungannya, yang<br />
membuatnya hampir bangkrut, akhirnya dia meminjam uang ke sahabatnya,<br />
untuk membeli tiket pindah ke New York. Namun sesampainya di New York<br />
nasib Tom tidak segera membaik, bahkan dia harus berkeliling ke<br />
distrik perdagangan di New York, untuk mencari lowongan (beberapa<br />
orang menceritakan bahwa Tom terpaksa tidur di Basement gedung-gedung<br />
perkantoran New York sebagai seorang tunawisma). Suatu hari ketika<br />
Tom sedang makan siang di kedai pinggir jalan, sebuah kantor saham<br />
disana mengalami kerusakan serius, mesin pencatat saham yang ada di<br />
loby kantor mengalami kerusakan, sehingga banyak pialang saham yang<br />
merasa gusar dan berkumpul disana, sedangkan para pegawainya hanya<br />
diam tanpa tahu apapun. Tom tergelitik untuk mencari tahu melihat<br />
kerumunan itu, dan ketika dia memperoleh mengetahui permasalahan yang<br />
ada disana, nalurinya untuk penasaran mendorongnya mengamati mesin<br />
tersebut. Dan ketika Tom menyadari bahwa masalahnya hanyalah<br />
gara-gara sebuah pegas sedikit kendor. Hanya dalam hitungan menit,<br />
mesin tersebut kembali normal ditangannya. Manager Perusahaan itu<br />
segera memanggilnya dan menyewanya sebagai kepala bagian perawatan<br />
dengan gaji $ 300 sebulan (nilainya adalah dua kali gaji rata-rata<br />
tukang listrik New York). Disinilah Tom mulai bisa bekerja sambil<br />
mengembangkan percobaannya. Sejak inilah dia menciptakan banyak alat,<br />
terutama ketika dia mampu menyewa sendiri laboratorium di Menlo Park<br />
New Jersey pada 1876, mulai dari Phonograph (semacam perekam suara),<br />
Vitascope (kamera video pertama) hingga lampu listrik pertama<br />
diciptakan, hingga dia membuat perusahaannya sendiri “General<br />
Electric”, yang sampai sekarang masih menjadi perusahaan multi<br />
dimensi untuk kelas dunia.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="sans-serif">sumber : <br /></font></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inlac.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inlac.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inlac.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inlac.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inlac.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inlac.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inlac.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inlac.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inlac.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inlac.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inlac.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inlac.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inlac.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inlac.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=56&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inlac.wordpress.com/2008/11/19/para-orang-hebat-inipun-pernah-muda-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc830423a2df9c46e9c3beca66129727?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inlac</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Young_Thomas_Edison.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Stay Hungry. Stay Foolish.</title>
		<link>http://inlac.wordpress.com/2008/11/18/stay-hungry-stay-foolish/</link>
		<comments>http://inlac.wordpress.com/2008/11/18/stay-hungry-stay-foolish/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 10:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inlac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Storinspire]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>
		<category><![CDATA[steve jobs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inlac.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Naskah pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar, dalam acara pelepasan mahasiswa Stanford, 12 Juni 2005. Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. hari ini saya ingin berbagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=53&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Naskah pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar, dalam acara pelepasan mahasiswa Stanford, 12 Juni 2005.</em></p>
<p>Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam kehidupan saya. Hanya itu, tidak lebih. Hanya tiga cerita.</p>
<p><strong>Cerita Pertama adalah mengenai rangkaian titik-titik.</strong></p>
<p>Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus<br />
diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.</p>
<p>Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak  saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa- masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga menumpang tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh: Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu.</p>
<p>Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.*Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang*. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau apapun istilah lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.</p>
<p><strong>Cerita Kedua Saya adalah mengenai Cinta dan Kehilangan.</strong></p>
<p>Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami -Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan?</p>
<p>Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di<br />
mana-mana.</p>
<p>Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya, saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya.</p>
<p>Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali, saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.</p>
<p>Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.</p>
<p>Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya.  *Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. *Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama- semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.</p>
<p><strong>Cerita Ketiga Saya adalah mengenai Kematian</strong></p>
<p>Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya<br />
tahu saya harus berubah.</p>
<p>Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut, malu atau gagal- tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.</p>
<p>Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang.  Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.</p>
<p>Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan  menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.</p>
<p>Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960- an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.  Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.</p>
<p>Di bawahnya ada kata-kata: “*Stay Hungry. Stay Foolish.*” (Tetaplah merasa Lapar. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.</p>
<p>Terima kasih semuanya.</p>
<p>Sumber : http://asabiasa.wordpress.com</p>
<blockquote><p>Video Pidato ini dapat di lihat di  : <a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=D1R-jKKp3NA" target="_blank"><span style="color:#003399;">http://www.youtube. com/watch? v=D1R-jKKp3NA</span></a></p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inlac.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inlac.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inlac.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inlac.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inlac.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inlac.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inlac.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inlac.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inlac.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inlac.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inlac.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inlac.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inlac.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inlac.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=53&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inlac.wordpress.com/2008/11/18/stay-hungry-stay-foolish/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc830423a2df9c46e9c3beca66129727?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inlac</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumpah Pemuda di InLAC</title>
		<link>http://inlac.wordpress.com/2008/11/18/sumpah-pemuda-di-inlac/</link>
		<comments>http://inlac.wordpress.com/2008/11/18/sumpah-pemuda-di-inlac/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 08:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inlac</dc:creator>
				<category><![CDATA[un-ForMAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inlac.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Semua tahu bahwa akhir oktober kemarin, adalah masa mengenang kejadian yang belangsung seabad sebelumnya – yaitu Sumpah Pemuda. Mengikuti momen ini, InLAC mencoba mengumpulkan ide-ide (seliar dan sebebas) apapun yang bisa hadir dari benak dan kreatifitas InLACer, dalam sebuah lembaran kertas yang bertajuk “Janji Apa yang kamu berikan untuk Indonesia?”, nah&#8230; semua InLACer boleh menuliskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=51&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua tahu bahwa akhir oktober kemarin, adalah masa mengenang kejadian yang belangsung seabad sebelumnya – yaitu Sumpah Pemuda. Mengikuti momen ini, InLAC mencoba mengumpulkan ide-ide (seliar dan sebebas) apapun yang bisa hadir dari benak dan kreatifitas InLACer, dalam sebuah lembaran kertas yang bertajuk “<strong>Janji Apa yang kamu berikan untuk Indonesia?</strong>”, nah&#8230; semua InLACer boleh menuliskan idenya disana, setelah dua minggu ini dia hasilnya Sumpah Anak-anak muda Indonesia Jaman Ini (yang diwakili oleh InLACers), Silahkan disimak&#8230; mereka berjanji untuK:</p>
<ul>
<li> Menjadi bintang-bintang Masa Depan dunia &lt;The BoZ&gt;</li>
<li> Menuju Lebih baik lage&#8230; &lt;SMATARDA-PABRASKA&gt;</li>
<li> Janji Quw buaT bangSa IndoneZia yaitu adalah &#8230; AQ bakal jadi Presiden pada masa yg akan datang ^_^ &lt;Endelz&gt;</li>
<li> 1 Langkah 1 derap 1 tujuan&#8230;. JAYA &lt;anonymous&gt;</li>
<li> Pemuda Indonesia GA&#8217; ADA YG PENCENG LOOH..!!</li>
<li> membela Keutuhan Negara Indonesia &lt;The BoZ&gt;</li>
<li> SumPah PemuDA 2008-10-28 at 8:53 pm Aku JaDian Ma` CWQ &lt;Shuk&#8217;ro&gt;</li>
<li> Pemuda Indo gg boleh stuck hanya karena cinta, forget iT!!!! &lt;ogrey&gt;</li>
<li> Cinta Nasional Berpikir Global Berjiwa UniVersal &lt;ADJEB (lagi)&gt;</li>
<li>Menjadikan pemuda+pemudi (mua-mua-naa) NIDJIHOLIC &lt;caa.cow!moow!&gt;</li>
<li>Pemuda indo g leh banyak cakap, Bukti&#8217;in lo kamu gak struk juga &lt;Doel&gt;</li>
<li>Q berikan Kontribusi u/ membawa perubahan di Indonesia lebih baik &lt;L-N-R&gt;</li>
<li>Best the Best for Pemuda Indonesia &lt;Ovey <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &gt;</li>
<li>Kami poetra dan Potri Indonesia peduli kepada orang-orang Miskin &lt;Nizar STESIA&gt;</li>
<li>Mengutamakan memakai produksi-produksi Indonesia &lt;The BoZ&gt;</li>
<li>Save Our Contry from global warming and polution &lt;Syaiful&gt;</li>
<li>Saya Poetra Indonesia berjanji selalu ganteng setiap Saat &lt;Bangkit&gt;</li>
<li>Nurani yang Satu Nurani untuk Bangsa Indonesia &lt;Jhe&gt;</li>
<li>menghormati tanah air indonesia &lt;Tara&gt;</li>
<li> Pemuda Hari ini Pemimpin masa depan &lt;Gasepu_chem@yahoo.****)</li>
<li> ♥ INA &lt;rezha&gt;</li>
<li> BangkitKan Indonesiaku yang Merdeka &lt;indi&gt;</li>
<li> BangkitKan Indonesiaku kembali! Maju terus Pantang Mundur &lt;Tyas&gt;</li>
<li> Indonesia AQ berjanji di dalam hati SmangaDh!! &lt;pRutz&gt;</li>
<li> Aku Berjanji Akan menikmati wanita INDONESIA &lt;HamZ&gt;</li>
<li> Jangan gampang nyerah &lt;ogRey&gt;</li>
<li> melindungi keberagaman budaya dan kekayaan NKRI dari tetangga yang klepto &lt;adjeb&gt;</li>
<li> Maju terus Pantang Mundur dalam belajar dan berprestasi &lt;alph&gt;</li>
<li> B&#8217;janji cinta masakan Indonesia ^_^ yummy &lt;♥♥&gt;</li>
<li> Menjunjung Tinggi Harkat dan Martabat Bangsa Indonesia &lt;The BoZ&gt;</li>
<li> Kami Poetra-dan poetri Indonesia menjunjung tinggi Pendidikan Indonesiaku &lt;FadJAR, STESIA&gt;</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inlac.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inlac.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inlac.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inlac.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inlac.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inlac.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inlac.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inlac.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inlac.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inlac.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inlac.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inlac.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inlac.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inlac.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=51&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inlac.wordpress.com/2008/11/18/sumpah-pemuda-di-inlac/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc830423a2df9c46e9c3beca66129727?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inlac</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>psikologi, benarkah bisa meramal?</title>
		<link>http://inlac.wordpress.com/2008/11/14/psikologi-benarkah-bisa-meramal/</link>
		<comments>http://inlac.wordpress.com/2008/11/14/psikologi-benarkah-bisa-meramal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 10:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inlac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inlac.wordpress.com/2008/11/14/psikologi-benarkah-bisa-meramal/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Anda lahirnya jumat kliwon toh&#8230;??!!&#8221;&#8220;Anda ngga pantes kerja di sini&#8230;.&#8221;&#8220;Pantesnya kerja disono&#8230; &#8220;(iya&#8230; di laut aja&#8230; wkkkkkk) maraknya tayangan Iklan di televisi mengenai cara instan sukses melalui teknik magis,&#160; nampaknya merupakan sebuah fenomenainstan lanjutan dari tuntutan hidup manusia modern, yaitu &#8220;instan&#8220;. fenomena yang merupakan sebuah kaitan langsung dari dimensi yang bernama waktu. Kebanyakan saya kurang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=49&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Anda lahirnya jumat kliwon toh&#8230;??!!&#8221;<br />&#8220;Anda ngga pantes kerja di sini&#8230;.&#8221;<br />&#8220;Pantesnya kerja disono&#8230; &#8220;<br />(iya&#8230; di laut aja&#8230; wkkkkkk)</p></blockquote>
<p>maraknya tayangan Iklan di televisi mengenai cara instan sukses melalui teknik magis,&nbsp; nampaknya merupakan sebuah fenomena<em>instan</em> lanjutan dari tuntutan hidup manusia modern, yaitu &#8220;<b>instan</b>&#8220;. fenomena yang merupakan sebuah kaitan langsung dari dimensi yang bernama waktu.</p>
<p>Kebanyakan saya kurang tahu juga tentang seberapa efektif iklan tersebut diserap oleh konsumennya, namun yang pasti untuk tayangan seperti itu kan nggak murah, artinya butuh dana cukup besar untuk &#8220;melakukan gerakan reversi intelektual&#8221; seperti ini. andaikan uang segitu banyaknya masuk ke sebuah sekolah di daerah papua.. pasti mereka akan bisa beli lebih banyak buku bagi siswanya. </p>
<p>Nah&#8230;. kembali ke judul awal, ceritanya suatu ketika setelah memberikan kelas motivasi di sebuah SMA,  penulis ditanya oleh seorang audience di luar sesi, &#8220;Mas, dengan ilmu psikologi yang mas jelaskan, lantas apa bedanya dengan iklan &lt;seperti diatas,pen&gt; di TV? toh masa depan adalah suatu yang masih abstrak hingga saatnya nanti?&#8221;</p>
<p>Sambil ketawa, saya ceritakan bahwa psikologi juga merupakan ilmu ghoib (yang langsung membuat ekspresi wajahnya seperti habis makan linggis), maksudnya apa yang psikologi pelajari adalah suatu hal dibalik kulit dan tulang manusia, lebih dalam dari apa yang bisa kita lihat dari seseorang. &#8220;Dan karena itulah saya mengklasifikasikannya (secara awur-awuran, yang sama ngawurnya dengan tokoh iklan diatas) sebagai cabang ilmu ghoib&#8221;. yang segera ditanggapi dengan manggut-manggut.</p>
<p>&#8220;Tapi yang pasti,&#8221; lanjut saya &#8220;dalam ilmu psikologi ramalan tidak diberikan kepada klien begitu saja, ada tahapan perencanaan dan motivasi untuk mencapai sebuah keberhasilan&#8221;. </p>
<p>&#8220;Apapun weton kamu, apapun shio kamu, siapapun trah nenek moyangmu, keberhasilan adalah sebuah hadiah yang pasti akan diberikan-Nya jika selama proses pencapaiannya dilakukan secara terencana dan penuh motivasi&#8221;.</p>
<p>Nah.. para pembaca sekalian (kaya novel jaman dulu yah), ketika saya cermati yang menjadi barang dagangan dari Iklan diatas. adalah jaminan dan iming-iming ke-instanan pada suatu kasus. Bagian inilah yang paling berbahaya, karena ketika seseorang sudah terbuai pada<i> instan-minded </i>ujung-ujungnya, effort yang akan diberikannya menjadi berkurang. yang akan berdampak langsung pada Motivasi seseorang. dan Alih-alih menjadi solusi, iklan ini akan membawa dampak kurang baik bagi masyarakat. Semoga Bangsa Indonesia terhindar dari Hal-hal seperti ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inlac.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inlac.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inlac.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inlac.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inlac.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inlac.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inlac.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inlac.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inlac.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inlac.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inlac.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inlac.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inlac.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inlac.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=49&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inlac.wordpress.com/2008/11/14/psikologi-benarkah-bisa-meramal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc830423a2df9c46e9c3beca66129727?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inlac</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melatih EQ di Trafic Jam</title>
		<link>http://inlac.wordpress.com/2008/11/12/melatih-eq-di-trafic-jam/</link>
		<comments>http://inlac.wordpress.com/2008/11/12/melatih-eq-di-trafic-jam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 08:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inlac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Storinspire]]></category>
		<category><![CDATA[un-ForMAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inlac.wordpress.com/2008/11/12/melatih-eq-di-trafic-jam/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa diantara kita pastinya pernah terjebak dikemacetan, baik itu yang macet total maupun yang macetnya ga niat (ya maksudnya kadang jalan kadang macet). Nah ketika kita ada di tengah kemacetan itu, biasanya kita merasakan apa yang disebut oleh ilmu kedokteran dan psikologi modern sebagai “mbelenek atau sebel dan pengen uring-uringan” (hihihi, jayus yah&#8230;), nah rasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=43&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="arial">Beberapa diantara kita pastinya pernah<br />
terjebak dikemacetan, baik itu yang macet total maupun yang macetnya<br />
ga niat (ya maksudnya kadang jalan kadang macet). Nah ketika kita ada<br />
di tengah kemacetan itu, biasanya kita merasakan apa yang disebut<br />
oleh ilmu kedokteran dan psikologi modern sebagai “mbelenek atau<br />
sebel dan pengen uring-uringan” (hihihi, jayus yah&#8230;), nah rasa<br />
sebel ini ternyata bukan cuman dialami kita aja loh, karena ternyata<br />
pengendara disamping kiri kita, pengendara disamping kanan kita,<br />
tukang becak di depan kita, sopir angkot diseberang, ibu-ibu yang mau<br />
pulang kerja, anak sekolah yang sedang ketiduran di kelas dan<br />
ketahuan sama gurunya (loh kok nggak nyambung sih???) walah pokoknya<br />
semua orang yang terlibat dalam macet itu.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial">Nah rasa eneg ini, ternyata jika kita<br />
amati secara lebih mendalam, ternyata berdampak juga pada wajah<br />
masing-masing orang yang ada di dalam area macet tersebut,<br />
jaraaaaaaang sekali kita melihat ada orang bisa senyum disana. Coba<br />
deh lihat ketika anda sedang ada di dalam sebuah kemacetan.<br />
</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial">Nah berangkat dari pengamatan saya<br />
terhadap orang-orang yang sedang macet bersama-sama dengan saya,<br />
(idiih, kurang kerjaan bener orang lagi macet diliatin) ternyata<br />
jarang loh ada yang yang bisa senyum.<br />
</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial">Suatu ketika saya sedang berada<br />
disebuah titik kemacetan di surabaya tepatnya diperlintasan kereta<br />
dibelakang Royal Plaza. Daerah itu selalu macet setiap habis ada<br />
kereta lewat karena letaknya yang merupakan pertemuan dua pertigaan<br />
yang sama-sama ramai. Buat yang bukan arek Surabaya, mungkin bisa<br />
membayangkan dua buah “T” diputar 90 derajat hingga dalam posisi<br />
tidur, yang satu diputaar kekiri 90 derajat, hingga kakinya kekiri,<br />
yang satunya diputar ke kanan 90 derajat juga hingga kakinya ke<br />
kanan, nah terus disatukan dalam posisi bertumpuk, dan diantara<br />
tumpukan tersebut melintang perlintasan kereta. Sudah bisa<br />
membayangkan sekarang? Sudah ya..?</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial"><br /></font>
</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial">Nah saya (dan beberapa orang lainnya<br />
didepan dan dibelakang saya) ingin berbelok ke kanan, disisi jalan<br />
sebelah kanan saya ada pengendara yang ingin lurus dan ada juga yang<br />
ingin belok kanan, akhirnya terbentuklah simpul mati kendaraan<br />
disana, dan&#8230; macetlah.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial"><br /></font>
</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial">Setelah berhenti total selama 20 menit,<br />
orang-orang pun mulai menunjukkan gelagat <i>mbeleneg </i><span style="font-style:normal;">tadi.<br />
</span>Akibatnya otak saya yang sudah diinstal keisengan sejak<br />
penciptaannya segera berproses, tak ayal pikiran untuk untuk iseng<br />
pun mulai mengaliri seluruh tubuh. Akhirnya (bener-bener dengan niat<br />
iseng semata) sayapun mulai tersenyum, senyum yang biasanya saya<br />
berikan kesahabat yang sudah beberapa tahun tidak berjumpa, senyum<br />
yang biasanya saya berikan kepada murid-murid saya yang berhasil<br />
memecahkan teka-teki silang yang saya design untuk evaluasi belajar<br />
di kelas, senyum yang saya terbitkan ketika saya sedang mendengar<br />
kabar yang begitu menggembirakan, pokoknya senyum yang 110% tulus.<br />
</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial">Hasilnya luar biasa, pengendara motor<br />
yang didepan saya dari arah berlawanan kebetulan melihat saya<br />
(habisnya saya senyum terus selama kurang lebih 3 menitan), dan<br />
beliaupun lantas ikutan tersenyum, setelah melihat lampu seinku<br />
menyala minta jalan kekanan, beliau kemudian menoleh kanan-kiri<br />
sejenak untuk mengamati situasi, terus.. mundur setengah meter.<br />
Saudara-saudara, setengah meter ini ternyata cukup untuk dilewati<br />
motor loh. Segera pengendara yang didepan saya mengambil celah itu,<br />
di ikuti saya, terus dan selesailah masalah kemacetan saat itu.<br />
</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial"><br /></font>
</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial">Sambil nyetir saya jadi berpikir,<br />
apakah yang membuat macet itu adalah perasaan mbeleneg tadi? Karena<br />
begitu kita tersenyum, otak yang tadinya kaku dan tegang, tiba-tiba<br />
bisa berfikir lagi secara lancar. Mungkin ini yang membuat 14 abad<br />
silam Nabi Muhammad S.A.W. Pernah menganjurkan untuk senyum sebagai<br />
suatu sedekah bagi orang lain.<br />
</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial"><br /></font>
</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="arial">Ketika saya bercerita tentang keisengan<br />
itu, responnya adalah “kayak orang gila dong Vin kalo aku<br />
senyum-senyum sendirian gitu”. Saya ketawa mendengar responnya, dan<br />
saya jawab balik “Halah, orang yang nganggep kita gila itu loh,<br />
besok ga mungkin ketemu lagi, jadi ngapain diambil pusingnya, ambil<br />
baiknya ajah” Jadi mungkin setelah anda iseng-iseng membaca tulisan<br />
yang saya buat juga secara iseng ini, baiknya mulai dicoba untuk<br />
belajar tersenyum dalam situasi macet, dan nantinya tetap masih<br />
terbiasa untuk bisa tersenyum dalam episode kehidupan yang kebetulan<br />
sedang macet.</font></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inlac.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inlac.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inlac.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inlac.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inlac.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inlac.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inlac.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inlac.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inlac.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inlac.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inlac.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inlac.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inlac.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inlac.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=43&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inlac.wordpress.com/2008/11/12/melatih-eq-di-trafic-jam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc830423a2df9c46e9c3beca66129727?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inlac</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>This is Live</title>
		<link>http://inlac.wordpress.com/2008/11/08/this-is-live/</link>
		<comments>http://inlac.wordpress.com/2008/11/08/this-is-live/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 11:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inlac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Storinspire]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inlac.wordpress.com/2008/11/08/this-is-live/</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } &#8211;&#62; Suatu sore, di sebuah halte di wilayah segitiga emas perdagangan di jantung Metropolis. Karena jam pulang kerja untuk wilayah ini hampir seragam, tak heran di halte itu sudah penuh calon penumpang yang sama-sama mau menunggu angkutan umum. Seorang gadis manis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=39&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><big><span style="font-family:tahoma;"><img style="max-width:800px;" src="http://inlac.files.wordpress.com/2008/11/221.jpg?w=500" alt="" /></span></big></p>
<p style="text-align:left;">&lt;!&#8211; 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;">Suatu sore, di sebuah halte di wilayah segitiga emas perdagangan di jantung Metropolis. Karena jam pulang kerja untuk wilayah ini hampir seragam, tak heran di halte itu sudah penuh calon penumpang yang sama-sama mau menunggu angkutan umum.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Seorang gadis manis nampak berdiri diantara orang-orang tersebut. Dari model baju yang dikenakannya bisa jadi gadis manis ini adalah seorang karyawati sebuah bank, atau setidaknya seorang staff administrasi disalah satu kantor pengisi gedung-gedung pencakar langit yang memagari halte tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sesekali gadis manis tersebut melirik jam tangan mungilnya. Namun mata jernihnya lebih sering mengamati belokan di ujung jalan itu, dimana angkot yang biasa menjadi jalurnya selalu muncul di kejauhan.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sekitar 25 menit kemudian, orang-orang yang berlindung di bawah halte itu melihat sebuah bis kota merambat pelan mendekat dari ujung jalan. Serentak sekumpulan orang mulai berdiri dan bersiap berdesakan naik bis tersebut. Beberapa meter dari halte, beberapa orang sudah ada yang mulai naik ke dalam bis bahkan sebelum benda sebesar paus itu benar-benar berhenti, orang-orang semakin menyemut begitu bis ada di depan halte.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Si gadis hanya tersenyum geli melihat kerumunan orang-orang yang berebutan naik seolah sedang ada pembagian uang didalam bis kota. “weleh bis ini dah penuh sejak muncul dari belokan sana, eh sekarang malah ditambahi orang lagi” pikirnya setengah melamun.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“Bu Nin aku duluan ya..” sebuah suara berat membuyarkan pikirannya, Rudi dari bagian security si pemilik suara melambai singkat padanya dan segera lenyap dalam kerumunan sesak tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“Buseet, nekat juga si Rudi” pikir Nin setengah kaget,</p>
<p style="margin-bottom:0;">“Aku bakal ogah biar dibayarin sama Bill Gates untuk naik kesana&#8230;” dia terkikik sendiri membayangkan fakta ngapain juga Mr. Gates harus bayarin dia.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“Ayo Pasar Baru,,!! Pasar baru!!” teriakan seorang kenek angkot memecah pikirannya. Rupanya setelah bis kota tadi pergi, segera disusul oleh angkot ini. “Alhamdulillah, dateng juga angkotnya&#8230;” pikir Nin lega. Ya rumah Nin memang memiliki akses yang cukup mudah, hampir semua kendaraan umum yang lewat halte ini pasti lewat rumahnya. Nin sudah hendak melangkah, ketika kakinya terhenti dan matanya menatap penumpang di angkot itu.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“Aduh&#8230;. penuh banget neeh angkot” batinnya, yang segera diamini oleh gelengan kepala Nin pada sang kenek.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“alaaah. Tar aja Nin,” sebuah suara kecil dari dalam dirinya mengomentari,</p>
<p style="margin-bottom:0;">“nunggu kalo yang longgaran aja.., pasti banyak. Toh semua kendaraan umum juga bisa sampe rumah”.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sepuluh meit kemudian, dari ujung jalan muncul sebuah Bis Patas AC, orang-orang disekitar Nin nggak banyak yang berdiri, hanya satu dua orang, kebanyakan dari mereka menggendong bayi atau balita. Bis Patas harganya cukup mahal selisih 5000 rupiah dengan angkot dan selisih 7000 dari Bis Kota, rupanya bilangan ini mengendurkan niat orang-orang yang disitu untuk berdiri, termasuk Nin.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“wah naik ga ya??.. “ tanya Nin pada dirinya sendiri ketika pintu bis patas AC membuka anggun dihadapannya, namun kakinya terasa berat untuk digerakkan, sepertinya dibebani oleh 750 kg keraguan untuk melangkah.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“ga deh&#8230; 5000 perak kan lumayan buat tambahan beli deodorant” simpulnya mengiringi desis pintu Bis yang mulai menutup, untuk selanjutnya berangkat. Meninggalkan halte seiring bergulirnya waktu hingga &#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">“Trruuuuung tung tung tung&#8230;!!!”</p>
<p style="margin-bottom:0;">Suara cempreng, sember, bariton keselek, dan ringkikan kuda lagi masuk angin yang digabungkan jadi satu, memekakkan telinga orang-orang yang disitu. Sumber suara ini ternyata sebuah bajaj butut berwarna hitam kemerahan, bukan merah kehitaman sepreti Bajaj seharusnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“waduh, parah banget nih bajaj, lebih banyak debunya daripada warna catnya” pikir Nin,</p>
<p style="margin-bottom:0;">Suara Bajaj ini benar-benar mencuri perhatian seluruh komunitas kecil dibawah halte tersebut, bahkan untuk mengatasi suara memusingkan ini, beberapa anak SMP disamping Nin terpaksa harus teriak-teriak ke temennya meneruskan gosip yang sudah dirangkai sejak tadi, demi mengalahkan auman sang Bajaj.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“Ayo Pak Bapak, Bu-Ibu, Yang mau naik Bajaj dijamin rah murah, Tak iye” Teriak supir bajaj menwarkan jasanya, logat maduranya dipadu dengan suara brisik knalpot bajaj, bener-bener tidak harmoni.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“Ayo&#8230; Semuany-nya yang mau naik, bajaj ini pet-cepet, tak iye”</p>
<p style="margin-bottom:0;">Nin ketawa sendiri, Logat madura dari tukang bajaj ini mengingatkannya pada Rozali, teman sekantornya yang meski dari madura tapi bisa begitu imut, cerdas, memikat, sering dapet tender, &#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;">“YA.. SUDDAH KALO sampiyan Dak ada yang Mau!!!”</p>
<p style="margin-bottom:0;">“nanti selak Hujan mriang smua sampiyan”</p>
<p style="margin-bottom:0;">Rupanya supir Bajaj ini sudah berada di ujung asanya, dan mulai melaju lagi mencari rezeki di depannya, meninggalkan gema suara bising diantara cekikikan bocah-bocah SMP dibelah Nin.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Diseberang sudut mata Nin, dia melihat bahwa langit sudah benar benar gelap, lampu penerangan jalan sudah menyala sejak tadi, sebuah perasaan hampa menyelimuti Nin, sebuah kesadaran tentang&#8230; Hari sudah semakin senja, desakan waktu untuk segera pulang semakin menekan. Seperti langit yang semakin lama semakin suram, pucat oleh temaram lampu kota.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">&#8211;oOo&#8211;</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Demikianlah hidup itu kawan, kita hanya bisa menunggu garis nasib di rentang oleh-Nya untuk menghampiri kita, tanpa punya hak apapun untuk menuntut apapun kepada-Nya. Seluruh aspek dan komponen kehidupan juga berjalan dengan diagram alur yang serupa, rejeki, cinta, pekerjaan.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Seringkali kita dihadapkan pada terlalu banyak pilihan, yang menjerumuskan kita untuk menjadi seorang pemilih, Masa depan adalah anugrah. Hanya bisa kita sukuri, dan jalani secara sebaik mungkin dengan apapun yang kita bisa dan miliki.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Tidak selalu kehidupan kita datang sesuai harapan, selalu ada sisi kurang dalam segalanya. Tidak ada yang namanya Jaminan, yang ada hanyalah kesempatan-kesempatan yang menunggu kita untuk memberikan reaksi terbaik kita.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Seperti sedang menunggu sebuah angkutan umum, seringkali seseorang merasa bahwa Bis ini kurang cocok karena begini, angkot ini kurang bagus kaarena begitu, Si anu kurang sip karena itu, Kerja seperti ini kurang pas karena tidak sip.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Seorang sahabat yang bijak memberitahuku bahwa hidup itu bagaikan sebuah paket hamburger, suka atau tidak anda dengan mentimun, Burger selalu disajikan dengan mentimun yang juga harus kita bayar. Jadi ambil sajalah dulu, baru sikapi kemudian.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Tidak selalu kesempatan yang kita impikan muncul didepan kita, beruntunglah orang yang menemui kesempatan seperti itu. Karena lebih mudah mengejarnya, namun sungguh malang jika seseorang hidup dalam bayang-bayang impian dan ketakutan semata. Tidak pernah bisa maju dalam kehidupannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Hingga tiba suatu masa dimana kita menyadari bahwa hidup ini sudah berjalan telampau lama. Sudah dekat akhir waktu bagi kita namun kita belum melakukan apapun.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Yang paling penting untuk dilakukan oleh manusia adalah. Memahami situasinya saat ini, dan menjalaninya secara sebaik-sebaiknya dengan segala potensi yang dipinjamkan-Nya pada kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inlac.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inlac.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inlac.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inlac.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inlac.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inlac.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inlac.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inlac.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inlac.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inlac.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inlac.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inlac.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inlac.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inlac.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=39&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inlac.wordpress.com/2008/11/08/this-is-live/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc830423a2df9c46e9c3beca66129727?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inlac</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inlac.files.wordpress.com/2008/11/221.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sifat cowok dilihat dari caranya mengirimkan email.</title>
		<link>http://inlac.wordpress.com/2008/11/05/sifat-cowok-dilihat-dari-caranya-mengirimkan-email/</link>
		<comments>http://inlac.wordpress.com/2008/11/05/sifat-cowok-dilihat-dari-caranya-mengirimkan-email/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 11:59:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inlac</dc:creator>
				<category><![CDATA[un-ForMAL]]></category>
		<category><![CDATA[lucu; humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inlac.wordpress.com/2008/11/05/sifat-cowok-dilihat-dari-caranya-mengirimkan-email/</guid>
		<description><![CDATA[cowok pemalu, menekan tombol send sambil menggunakan palu. cowok pemalas, mengirim email buat 10 orang, tapi diberikan ke salah satu temennya biar di forwardkan cowok super pemalas banget, setelah mengetik email langsung pulang karena males mencet tombol send cowok irit kirim email hanya ketika ada &#8230; (kalimatnya dipotong, biar irit) cowok pengertian, selalu mengerti isi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=30&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>cowok pemalu,</b></p>
<p>menekan tombol send sambil menggunakan palu.</p>
<p><b>cowok pemalas,</b></p>
<p>mengirim email buat 10 orang, tapi diberikan ke salah satu temennya biar di forwardkan</p>
<p><b>cowok super pemalas banget,</b></p>
<p>setelah mengetik email langsung pulang karena males mencet tombol send
<p><b>cowok irit</b></p>
<p>kirim email hanya ketika ada &#8230; (kalimatnya dipotong, biar irit)
<p>
</p>
<p><b>cowok pengertian</b>,</p>
<p>selalu mengerti isi email yang<br />
dikirimkan padanya, bahkan sebelum dibuka. dan akan mengerti bahwa si<br />
penerima telah mengerti bahwa dia ingin membalas setelah menerima email<br />
tersebut namun khawatir jika ada salah pengertian. jadi dia mengerti<br />
jika kawannya sudah pasti mengertikenapa email tadi tidak dibalas. </p>
<p>
<p><b>cowok playboy</b></p>
<p>punya banyak account email dan tidak pernah dibuka bersamaan (biar tidak cemburu).</p>
<p>
<p><b>cowok pro poligami</b></p>
<p>punya banyak account email, dan dibuka bergantian secara adil, bahkan seringkali<br />mengirimkan email yang sama dari seluruh accountnya, biar adil.</p>
<p>
<p><b>cowok hobi selingkuh</b></p>
<p>sudah punya account email tapi sering nyoba hacking account orang lain</p>
<p>
<p><b>cowok biadab,</b></p>
<p>buka satu accountemail, terus passwordnya di lupakan, buka account lagi passwordnya</p>
<p>dilupakan lagi. begitu seterusnya.</p>
<p>
<p><b>cowok (obsesi) beken</b>,</p>
<p>Tombol send diberi efek suara tepuk tangan saat ditekan.</p>
<p>
<p><b>cowok aktifis.</b>
</p>
<p>senang sekali menekan tombol send, bahkan rela keliling warnet untuk membantu<br />menekankan tombol send pengunjung lainnya.</p>
<p>
<p><b>Cowok tidak sopan,</b><br />setelah<br />
surat diketik, mengupil dan meleletkan upilnya di tombol klik kiri<br />
mousenya, trus minta tolong ke cowok aktifis untuk menekan tombol<br />
sendnya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inlac.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inlac.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inlac.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inlac.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inlac.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inlac.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inlac.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inlac.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inlac.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inlac.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inlac.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inlac.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inlac.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inlac.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=30&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inlac.wordpress.com/2008/11/05/sifat-cowok-dilihat-dari-caranya-mengirimkan-email/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc830423a2df9c46e9c3beca66129727?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inlac</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Para orang hebat inipun pernah muda</title>
		<link>http://inlac.wordpress.com/2008/10/31/para-orang-hebat-inipun-pernah-muda/</link>
		<comments>http://inlac.wordpress.com/2008/10/31/para-orang-hebat-inipun-pernah-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 08:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inlac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Young Biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inlac.wordpress.com/2008/10/31/para-orang-hebat-inipun-pernah-muda-2/</guid>
		<description><![CDATA[Seri (1): Young Albert Einstein Seperti manusia lainnya, mereka yang telah menorehkan benang emas dalam sejarah pastilah pernah muda. Namun yang jarang diketahui oleh banyak orang apakah yang telah mereka lakukan saat muda hingga bisa mengukirkan nama mereka dalam tinta emas Sejarah. Semoga ada yang bisa di teladani dari biografi masa muda mereka. Siapa tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=19&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Seri (1): Young Albert Einstein</strong></span></span></div>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;">Seperti manusia lainnya, mereka yang telah menorehkan benang emas dalam<br />
sejarah pastilah pernah muda. Namun yang jarang diketahui oleh banyak<br />
orang apakah yang telah mereka lakukan saat muda hingga bisa<br />
mengukirkan nama mereka dalam tinta emas Sejarah. Semoga ada yang<br />
bisa di teladani dari biografi masa muda mereka. Siapa tahu diantara<br />
inlacer, inlacrew, atau kita semua bakal ada yang niru mereka, Amiin&#8230;.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong><img style="max-width:800px;" src="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Albert_Einstein_as_a_child.jpg" alt="" />Albert Einstein</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="border:medium none;background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;float:left;width:7.29cm;height:10.17cm;padding:0;" dir="ltr"></p>
<p style="margin-top:.21cm;" align="center"><span style="font-size:small;"><em><img style="max-width:800px;" src="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Albert_Einstein_as_a_child.jpg" alt="" /><img style="max-width:800px;" src="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Albert_Einstein_as_a_child.jpg" alt="" /><img style="max-width:800px;" src="http://inlac.files.wordpress.com/2008/10/200px-albert-einstein-as-a-child.jpg?w=500" alt="" /><br />
</em></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;" align="center"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Gambar 1: </strong>Albert Einstein waktu usia 14 Tahun (kira-kira masih SMP)</span></em><em> </em></span></p>
<p></span><span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;">Albert Einstein dilahirkan dalam keluarga Yahudi di Ulm, Jerman. Pada 14 Maret 1879.<br />
Setahun kemudian keluarganya pindah ke Munich, dimana ayah dan<br />
pamannya mendirikan pabrik alat-alat elektronika. Saat Einstein<br />
berusia 5 tahun, ayahnya menunjukkan sebuah kompas, dimana Einstein<br />
beranggapan bahwa ada sesuatu di luar angkasa yang menggerakkan jarum<br />
magnet tersebut (pada masa itu Luar angkasa dianggap sebagai suatu<br />
tempat kosong). Pengalaman ini memberikan kesan mendalam pada<br />
Einstein muda. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;">Pada tahun-tahun selanjutnya Einstein menunjukkan bakatnya dibidang<br />
matematika dengan merakit sendiri mainan yang berdasarkan pada<br />
bentuk-bentuk mekanis. Tertarik dengan bakat tersebut, ketika<br />
Einstein berusia 10 tahun, Max Talmud-seorang mahasiswa kedokteran<br />
sahabat ayahnya, mengajarinya dasar-dasar sains, matematika dan<br />
filosofi. Meliputi “Critique of Pure Reason” dari Kant&#8217;s; Elemen<br />
Euclid; dan pelajaran mengenai logika dan penalaran deduktif, dan dua<br />
tahun kemudian dia belajar Geometri Euclidian, dan selanjutnya dia<br />
mulai belajar kalkulus (Bayangin bro, 12 Tahun!!!).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;">Saat dia berusia 15 tahun, ayahnya mengalami kesulitan finansial yang<br />
membuat mereka harus pindah ke Itali. Selama masa berpindah-pindah<br />
ini, Einstein menulis Karya Ilmiah (remaja ^_^) pertamanya “Penelitian mengenai ether dalam medan magnet” (sepertinya kompas dari sang ayah masih sangat berkesan baginya) </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;">Einstein lebih memilih untuk bergabung bersama ETH Zurich – Institusi<br />
Teknologi Federal di Zurich, Swiss, daripada menyelesaikan SMAnya<br />
yang di Pavia (sebelumnya dia sekolah di Munich), karena tidak dapat<br />
menunjukkan ijazah SMA (yah gimana-gimana legalitas tetep perlu bro)<br />
dia harus di tes untuk masuk – dan seperti bisa di tebak&#8230; dia<br />
gagal (tweeew??), meski dia menunjukkan nilai luarbiasa di bidang<br />
Matematika dan Fisika. Dan untuk pertama kalinya dia menunjukkan<br />
mengenai pemikirannya mengenai perjalanan seiring kecepatan cahaya<br />
(wah meski sudah sangat pintar, para cendekiawan di ETH Zurich<br />
rupanya mengannggap gagasan tersebut konyol dan impossible)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;">Keluarga besar Einstein sedikit eneg juga melihat kegagalan ini, dan mengirim<br />
Albert ke Aarau, Swiss untuk menamatkan SMAnya. Disini dia ngekost<br />
(eh ternyata Albert Einstein juga anak kos-kosan toh) di rumah Prof.<br />
Jost. Winteller. Sang Profesor rupanya punya anak ABG juga namanya<br />
Marie, (sst&#8230; si Albert ini Cinta abis sama si Marie Winteller,<br />
Loh). Di Aarau ini Einstein belajar mengenai teori electromagnetic<br />
dari Maxwell. Selanjutnya seusai lulus Albert di terima di ETH Zurich<br />
dalam bidang Matematika. Sedangkan Marie, dipindah ke Olsberg untuk<br />
mengajar. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;">Dalam naungan ETH inilah pintu karir Albert mulai terbuka lebar, hingga<br />
akhirnya dia pindah ke berbgai penjuru dunia untuk meraih karier<br />
gemilangnya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"><em>dari berbagai sumber</em><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inlac.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inlac.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inlac.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inlac.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inlac.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inlac.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inlac.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inlac.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inlac.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inlac.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inlac.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inlac.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inlac.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inlac.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=19&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inlac.wordpress.com/2008/10/31/para-orang-hebat-inipun-pernah-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc830423a2df9c46e9c3beca66129727?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inlac</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Albert_Einstein_as_a_child.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Albert_Einstein_as_a_child.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Albert_Einstein_as_a_child.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inlac.files.wordpress.com/2008/10/200px-albert-einstein-as-a-child.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sugeng Riyadin (loetjoe2an)</title>
		<link>http://inlac.wordpress.com/2008/10/08/sugeng-riyadin-loetjoe2an/</link>
		<comments>http://inlac.wordpress.com/2008/10/08/sugeng-riyadin-loetjoe2an/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 09:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inlac</dc:creator>
				<category><![CDATA[un-ForMAL]]></category>
		<category><![CDATA[loetjoe2an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inlac.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sugeng Riyadin, merupakan ungkapan lazim yang diucapkan oleh teman-temannya Letto (yah secara yang ngomong &#8220;wong jowo&#8221; gitu lo). ungkapan ini lazim diucapkan dalam suasana lebaran. Sugeng Riyadin, berawal dari dua kata yaitu sugeng yang bisa berarti selamat dalam bahasa Indonesia, ataupun berarti juga happy atau merry dalam bahasa Inggris seperti yang digunakan dalam kata merry [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=3&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sugeng Riyadin, merupakan ungkapan lazim yang diucapkan oleh teman-temannya Letto (yah secara yang ngomong  &#8220;wong jowo&#8221; gitu lo). ungkapan ini lazim diucapkan dalam suasana lebaran.</p>
<p>Sugeng Riyadin, berawal dari dua  kata yaitu sugeng yang bisa berarti selamat dalam bahasa Indonesia, ataupun berarti juga happy atau merry dalam bahasa Inggris seperti yang digunakan dalam kata merry christmast, atau Happy New Year. (tapi hati-hati, jangan sekali-kali mengganti nickname pak guru Sugeng menjadi Pak Guru Happy apalagi menjadi pak guru merry, bisa-bisa timbul kesalahpahaman yang berdampak kurang menyenangkan di raport kita). Kalimat sugeng ini juga mengawali beberapa ucapan lainnya, misalnya sugeng tindak artinya = selamat jalan/good bye (weleh sekarang Sugeng bisa diartikan juga good); sugeng enjing = selamat pagi / good morning; Sugeng Dalu = selamat malam/goodnight.</p>
<p>Itulah tadi  penggunaan kata Sugeng, sekarang kita bahas tentang penggunaan kata Riyadin, yang berawal dari kata riyaya, yang maknanya adalah lebaran. jadi Sugeng Riyadin adalah Selamat Lebaran.</p>
<p>Nah itulah tadi tulisan menyambut hari raya Idul Fitri 1429 H</p>
<p>Salam Spek-Tak-Uler</p>
<p>____<br />
[~~~]<br />
-(x)^(x)-<br />
\`= /</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inlac.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inlac.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inlac.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inlac.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inlac.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inlac.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inlac.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inlac.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inlac.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inlac.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inlac.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inlac.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inlac.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inlac.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inlac.wordpress.com&amp;blog=5086441&amp;post=3&amp;subd=inlac&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inlac.wordpress.com/2008/10/08/sugeng-riyadin-loetjoe2an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc830423a2df9c46e9c3beca66129727?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inlac</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
