“Anda lahirnya jumat kliwon toh…??!!”
“Anda ngga pantes kerja di sini….”
“Pantesnya kerja disono… “
(iya… di laut aja… wkkkkkk)
maraknya tayangan Iklan di televisi mengenai cara instan sukses melalui teknik magis, nampaknya merupakan sebuah fenomenainstan lanjutan dari tuntutan hidup manusia modern, yaitu “instan“. fenomena yang merupakan sebuah kaitan langsung dari dimensi yang bernama waktu.
Kebanyakan saya kurang tahu juga tentang seberapa efektif iklan tersebut diserap oleh konsumennya, namun yang pasti untuk tayangan seperti itu kan nggak murah, artinya butuh dana cukup besar untuk “melakukan gerakan reversi intelektual” seperti ini. andaikan uang segitu banyaknya masuk ke sebuah sekolah di daerah papua.. pasti mereka akan bisa beli lebih banyak buku bagi siswanya.
Nah…. kembali ke judul awal, ceritanya suatu ketika setelah memberikan kelas motivasi di sebuah SMA, penulis ditanya oleh seorang audience di luar sesi, “Mas, dengan ilmu psikologi yang mas jelaskan, lantas apa bedanya dengan iklan <seperti diatas,pen> di TV? toh masa depan adalah suatu yang masih abstrak hingga saatnya nanti?”
Sambil ketawa, saya ceritakan bahwa psikologi juga merupakan ilmu ghoib (yang langsung membuat ekspresi wajahnya seperti habis makan linggis), maksudnya apa yang psikologi pelajari adalah suatu hal dibalik kulit dan tulang manusia, lebih dalam dari apa yang bisa kita lihat dari seseorang. “Dan karena itulah saya mengklasifikasikannya (secara awur-awuran, yang sama ngawurnya dengan tokoh iklan diatas) sebagai cabang ilmu ghoib”. yang segera ditanggapi dengan manggut-manggut.
“Tapi yang pasti,” lanjut saya “dalam ilmu psikologi ramalan tidak diberikan kepada klien begitu saja, ada tahapan perencanaan dan motivasi untuk mencapai sebuah keberhasilan”.
“Apapun weton kamu, apapun shio kamu, siapapun trah nenek moyangmu, keberhasilan adalah sebuah hadiah yang pasti akan diberikan-Nya jika selama proses pencapaiannya dilakukan secara terencana dan penuh motivasi”.
Nah.. para pembaca sekalian (kaya novel jaman dulu yah), ketika saya cermati yang menjadi barang dagangan dari Iklan diatas. adalah jaminan dan iming-iming ke-instanan pada suatu kasus. Bagian inilah yang paling berbahaya, karena ketika seseorang sudah terbuai pada instan-minded ujung-ujungnya, effort yang akan diberikannya menjadi berkurang. yang akan berdampak langsung pada Motivasi seseorang. dan Alih-alih menjadi solusi, iklan ini akan membawa dampak kurang baik bagi masyarakat. Semoga Bangsa Indonesia terhindar dari Hal-hal seperti ini.
yang saya tangkap dari iklan2 tersebut hanyalah kerugian semata, ya i2 seperti kata penulis, karena instantx tadi…
berbeda dgn psikologi yang juga memerhatikan proses untuk mencapai tujuan, iklan2 di atas cenderung mendidik pemirsa untuk hanya berorientasi terhadap tujuan tanpa memerhatikan cara2 yg ditempuh…
Anda Benar sekali saudara Gin, the process is the most important thing to think about.